Minggu, 01 Juni 2014

Efek Buruk Mendengarkan Musik Terlalu Keras


           Siapapun pasti senang mendengarkan musik. Bagi banyak orang, musik tidak hanya sekedar lagu, alunan nada, atau barisan lirik, tapi juga punya momen tersendiri didalamnya. Oleh karena itu, tidak heran jika musik kerap didengarkan dengan suara kencang. Memang menyenangkan dan membuat suasana hati lebih hidup, tapi ada beberapa komplikasi kesehatan yang menyertai kebiasaan tersebut.
Studi menyebutkan bahwa mendengarkan musik dengan volume kencang bisa merusak terlinga bahkan mengganggu kerja sel-sel otak. Penelitian lanjutan yang dilakukan Universitas Cambridge menunjukkan ada masalah kesehatan lain yang dipengaruhi kencangnya suara musik. 
Berikut adalah beberapa efek yang ditimbulkan dari kebiasaan buruk mendengarkan musik dengan volume kencang, dilansir dari Vivanews.
Gangguan Pendengaran
Efek yang paling utama adalah mengganggu pendengaran. Volume musik lebih dari 90 desibel bisa mempengaruhi gendang telinga. Cara paling mudah mengatahui volume musik yang terlalu kencang adalah getaran dalam telinga, layaknya menghadiri konser atau di kub. Jika hal ini dilakukan dalam jangka waktu panjang, gangguan pendengaran akan semakin parah.
Saraf Bermasalah
Mendengarkan musik terlalu keras akan membuat saraf melemah. Kerja saraf akan melambat karena sel-sel otak terganggu. Jika dilakukan terus-menerus, sinyal yang mencapai otak akan terhenti menimbulkan masalah besar di otak, seperti terhentinya gerak motorik secara mendadak atau hilang ingatan tiba-tiba.
Menurunkan Konsentrasi
Ketika musik terpasang di telinga, secara otomatis level konsentrasi akan menurun. Anda akan sulit untuk memahami apa yang orang lain katakan karena terlalu sibuk mendengarkan musik. Tidak hanya itu, otak juga akan terbebani dengan banyak tugas disaat bersamaan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar